Searching...
Kamis, 08 November 2012

Pengertian Bahasa Assembly serta penggunaan pada Mikrokontroler AVR

Assalammualaikum..

Karena kharis blog's - ada tugas kuliah, merangkum REsume contoh penggunaan bahasa assembly pada mikrokotroler AVR (Aplikasinya) merangkum 2 lebar folio jiaahh kriting nih jari :o

dan sebagai apresiasi saya ke pada kawan blogger saya posting hasil rangkuman saya di bawah ini :

Bahasa Assembly merupakan bahasa komputer yang kedudukannya di antara bahasa mesin dan bahasa level tinggi misalnya bahasa C atau Pascal. Bahasa C atau Pascal dikatakan sebagai bahasa level tinggi karena memakai kata-kata dan pernyataan yang mudah dimengerti manusia, meskipun masih jauh berbeda dengan bahasa manusia sesungguhnya. Bahasa mesin adalah kumpulan kode biner yang merupakan instruksi yang bisa dijalankan oleh komputer. Sedangkan bahasa Assembly memakai kode Mnemonic untuk menggantikan kode biner, agar lebih mudah diingat sehingga lebih memudahkan penulisan program.

Program yang ditulis dengan bahasa Assembly terdiri dari label; kode mnemonic dan lain sebagainya, pada umumnya dinamakan sebagai program sumber (Source Code) yang belum bisa diterima oleh prosesor untuk dijalankan sebagai program, tapi harus diterjemahkan dulu menjadi bahasa mesin dalam bentuk kode biner.

Program sumber dibuat dengan program editor biasa, misalnya Notepad pada Windows atau SideKick pada DOS, selanjutnya program sumber diterjemahkan ke bahasa mesin dengan menggunakan program Assembler. Hasil kerja program Assembler adalah “program objek” dan juga “assembly listing”.

Program Objek berisikan kode kode bahasa mesin, kode-kode bahasa mesin inilah yang diumpankan ke memori-program prosesor. Dalam dunia mikrokontroler biasanya program objek ini diisikan ke UV EPROM, dan khusus untuk mikrokontroler buatan Atmel, program ini diisikan ke dalam Flash PEROM yang ada di dalam chip AT89C51 atau AT89C2051.

Assembly Listing merupakan naskah yang berasal dari program sumber, dalam naskah tersebut pada bagian sebelah setiap baris dari program sumber diberi tambahan hasil terjemahan program Assembler. Tambahan tersebut berupa nomor memori-program berikut dengan kode yang akan diisikan pada memori-program bersangkutan. Naskah ini sangat berguna untuk dokumentasi dan sarana untuk menelusuri program yang ditulis.

Yang perlu diperhatikan adalah setiap prosesor mempunyai konstruksi yang berlainan, instruksi untuk mengendalikan masing-masing prosesor juga berlainan, dengan demikian bahasa Assembly untuk masing-masing prosesor juga berlainan, yang sama hanyalah pola dasar cara penulisan program Assembly saja.


Gambar 7
Proses Assembly

Konstruksi Program Assembly

Program sumber dalam bahasa Assembly menganut prinsip 1 baris untuk satu perintah, setiap baris perintah tersebut bisa terdiri atas beberapa bagian (field), yakni bagian Label, bagian mnemonic, bagian operand yang bisa lebih dari satu dan terakhir bagian komentar. Untuk membedakan masing-masing bagian tersebut dibuat ketentuan sebagian berikut:

 # Masing-masing bagian dipisahkan dengan spasi atau TAB, khusus untuk operand yang lebih dari satu masing-masing operand dipisahkan dengan koma.

 
# Bagian-bagian tersebut tidak harus semuanya ada dalam sebuah baris, jika ada satu bagian yang tidak ada maka spasi atau TAB sebagai pemisah bagian tetap harus ditulis.

 
# Bagian Label ditulis mulai huruf pertama dari baris, jika baris bersangkutan tidak mengandung Label maka label tersebut digantikan dengan spasi atau TAB, yakni sebagai tanda pemisah antara bagian Label dan bagian mnemonic.

Label mewakili nomor memori-program dari instruksi pada baris bersangkutan, pada saat menulis instruksi JUMP, Label ini ditulis dalam bagian operand untuk menyatakan nomor memori-program yang dituju. Dengan demikian Label selalu mewakili nomor memori-program dan harus ditulis dibagian awal baris instruksi.

Disamping Label dikenal pula Symbol, yakni satu nama untuk mewakili satu nilai tertentu dan nilai yang diwakili bisa apa saja tidak harus nomor memori-program. Cara penulisan Symbol sama dengan cara penulisan Label, harus dimulai di huruf pertama dari baris instruksi.

Mnemonic (arttinya sesuatu yang memudahkan diingat) merupakan singkatan perintah, dikenal dua macam mnemonic, yakni manemonic yang dipakai sebagai instruksi mengendalikan prosesor, misalnya ADD, MOV, DJNZ dan lain sebagainya. Ada pula mnemonic yang dipakai untuk mengatur kerja dari program Assembler misalnya ORG, EQU atau DB, mnemonis untuk mengatur kerja dari program Assembler ini dinamakan sebagai ‘Assembler Directive’.

Operand adalah bagian yang letaknya di belakang bagian mnemonic, merupakan pelangkap bagi mnemonic. Kalau sebuah instrksi di-ibaratkan sebagai kalimat perintah, maka mnemonic merupakan subjek (kata kerja) dan operand merupakan objek (kata benda) dari kalimat perintah tersebut.

Tergantung pada jenis instruksinya, operand bisa berupa berbagai macam hal. Pada instruksi JUMP operand berupa Label yang mewakili nomor memori-program yang dituju misalnya LJMP Start, pada instruksi untuk pemindahan/pengolahan data, operand bisa berupa Symbol yang mewakili data tersebut, misalnya ADD A,#Offset. Banyak instruksi yang operandnya adalah register dari prosesor, misalnya MOV A,R1. Bahkan ada pula instruksi yang tidak mempunyai operand, misalnya RET.

Komentar merupakan bagian yang sekedar sebagai catatan, tidak berpengaruh pada prosesor juga tidak berpengaruh pada kerja program Assembler, tapi bagian ini sangat penting untuk keperluan dokumentasi.

Assembler Directive

Seperti sudah dibahas di atas, bagian Mnemonic dari sebuah baris perintah bisa merupakan instruksi untuk prosesor, maupun berupa Assembler Directive untuk mengatur kerja dari program Assembler. Mnemonic untuk instruksi prosesor, sangat tergantung pada prosesor yang dipakai, sedangkan mnemonic untuk Assembler Directive tergantung pada program Assembler yang dipakai. Meskipun demikian, terdapat beberapa Assembler Directive yang umum, yang sama untuk banyak macam program Assembler.

Assembler Directive yang bersifat umum tersebut, antara lain adalah
# ORG – singkatan dari ORIGIN, untuk menyatakan nomor memori yang dipakai setelah perintah itu, misalnya ORG $1000 maka memori berikutnya yang dipakai Assembler adalah $1000. ORG berlaku untuk memori program maupun memori-data. Dalam hal penomoran memori, dikenal tanda $ sebagai awalan untuk menyatakan nomor memori dari baris bersangkutan. Misalnya :

ORG 1000

LJMP $+1000

Operand $+$500 mempunyai arti nomor memori-program bersangkutan ditambah dengan $500, karena instruksi LJMP ini terletak persis di bawah ORG $1000 maka nomor memori-program baris ini adalah $1000, sehingga operand $+$500 bernilai $1500 dan instruksi ini indentik dengan LJMP $1500

# EQU – singkatan dari EQUATE, dipakai untuk menentukan nilai sebuah Symbol.

Misalnya Angka88 EQU 88 memberi nilai 88 pada Symbol Angka88, atau CR EQU $0D mempunyai makna kode ASCII dari CR (Caarriage Return) adalah $08.

# DB – singkatan dari DEFINE BYTE, dipakai untuk memberi nilai tertentu pada memori-program. Nilai tersebut merupakan nilai 1 byte, bisa berupa angka ataupun kode ASCII. DB merupakan Assembler Directive yang dipakai untuk membentuk teks maupun tabel.

ORG $0200

STRING DB ‘Atmel AT89C2051’

PANJANG EQU $-STRING

# ORG $0200 memerintahkan program Assembler agar bekerja mulai dari memori-program nomor $0200, instruksi selanjutnya memerintahkan program Assembler agar mengisi memori-program nomor $0200 dan berikutnya dengan tulisan ‘Atmel AT89C2051’’ (yang diisikan adalah kode ASCII dari ‘A’, ‘t’ dan seterusnya), PANJANG dari STRING bisa dihitung dengan cara PANJANG EQU $-STRING, yakni selisih dari nomor memori-program baris bersangkutan dikurangi dengan nomor awal memori-program yang diisi STRING.

# DW – singkatan dari DEFINE WORD, dipakai untuk memberi nilai 2 byte ke memori-program pada baris bersangkutan. Assembler Directive ini biasa dipakai untuk membentuk suatu tabel yang isinya adalah nomor-nomor memori-program.

# DS – singkatan dari Define Storage, Assembler Directive ini dipakai untuk membentuk variable. Sebagai variabel tentu saja memori yang dipakai adalah memori-data (RAM) bukan memori-program (ROM). Hal ini harus benar-benar dibedakan dengan Assembler Directive DB dan DW yang membentuk kode di memori-program. Dan karena DS bekerja di RAM, maka DS hanya sekedar menyediakan tempat di memori, tapi tidak mengisi nilai pada memori bersangkutan.
berikut contoh sederhana bahasa pemrograman assembly..

.MODEL SMALL

.CODE

ORG 100H



AWAL:

MOV CL,30H

JMP PROSES

KAL0 DB 'Ketikkan satu kalimat:$'

KAL1 DB 13,10,'Kalimat yang diinput adalah:$'

KAL2 DB 13,10,'Cetak dari belakang:$',13,10

KAL3 DB 13,10,'panjang string adalah:$'

KALX DB 13,10,'$'

KAL4 DB 13,10,'Jumlah Huruf Vokal:$'

KAL5 DB 13,10,'Jumlah Huruf Konsonan:$'

KATA DB 20,?,20 DUP (?)





VOKAL: INC CL

JMP PLUS







PROSES:

;============= CETAK STRING ================



MOV AH,09H

MOV DX,OFFSET KAL0

INT 21H





;============= INPUT STRING ================



MOV AH,0AH

LEA DX,KATA

INT 21H



;============= CETAK STRING ================



MOV AH,09H

MOV DX,OFFSET KAL1

INT 21H



;============ CETAK VARIABEL STRING DG MODEL COMPARASI ==========



MOV BX,OFFSET KATA+2





CETAK:

MOV DL,[BX]

CMP DL,0DH

JE BELAKANG



MOV AH,02H

INT 21H



CMP DL,'a'

JE VOKAL

CMP DL,'i'

JE VOKAL

CMP DL,'u'

JE VOKAL

CMP DL,'e'

JE VOKAL

CMP DL,'o'

JE VOKAL

CMP DL,'A'

JE VOKAL

CMP DL,'I'

JE VOKAL

CMP DL,'U'

JE VOKAL

CMP DL,'E'

JE VOKAL

CMP DL,'O'

JE VOKAL



PLUS:INC BX

JMP CETAK



;============= CETAK KATA DARI BELAKANG ==================



BELAKANG:MOV AH,09H

MOV DX,OFFSET KAL2

INT 21H

MOV AH,09H

MOV DX,OFFSET KALX

INT 21H



CETAK1:

MOV DL,[BX]

CMP DL,KATA+1

JE VOKAL1



MOV AH,02H

INT 21H

DEC BX

JMP CETAK1





;============ CETAK JUMLAH VOKAL ================



VOKAL1:

MOV AH,09H

MOV DX,OFFSET KAL4

INT 21H



MOV DL,CL

;ADD DL,30H

MOV AH,02H

INT 21H





;============ CETAK JUMLAH KONSONAN ===============



KONSONAN:

MOV AH,09H

MOV DX,OFFSET KAL5

INT 21H



MOV BX,OFFSET KATA+1

MOV DL,[BX]

ADD DL,30H

SUB DL,CL

ADD DL,30H

MOV AH,02H

INT 21H





;============= CETAK PANJANG STRING ================



AKHIR:

MOV AH,09H

MOV DX,OFFSET KAL3

INT 21H



MOV BX,OFFSET KATA+1

MOV DL,[BX]

ADD DL,30H

MOV AH,02H

INT 21H



SELESAI:

INT 20H



END AWAL

untuk contoh lain penggunaan bahasa Assembly pada Aplikasi bisa klik disini <<lengkap



sekian semoga artikel yg saya share ini bermanfaat untuk anda semua.. :)

Makasih dah singgah di Blog saya, jangan lupa tinggal kan komentar, kritikan, saran, dan masukan buat saya, agar blog  ini dapat trus berkembang dan bermanfaat untuk saya dan kalian semua...hehe :) :D
 

 
Wassallamualaikum wr.wb..


_________________________________

Tinggalkan komentar via FB

4 comments:

  1. gan... kalo membuat kotak kodenya bamna...???
    setelah proses:.....

    BalasHapus
  2. thanx tutorialnya gan.. brmanfaat banget..

    BalasHapus
  3. pagi gan.... bagaimana cara mendesain program dalam bahasa assembly mikroprosesor untuk menambah/menjumlahkan isi alamat 0061H s/d 0069H dan hasilnya disimpan kealamat 0071H s/d 0076H.....
    mohon bantuannya gan......

    BalasHapus
  4. Thanks Buat Postingan Yang Bermanfaat...
    Visit My Blog : http://lautanilmumahasiswasttpln.blogspot.com
    :-) :-) :-)

    BalasHapus

Silahkan tinggal kan komentar, kritikan, saran, dan masukan buat Kharis Blog's, agar dapat trus berkembang & bermanfaat.

 
Back to top!